Skip to content

Ini Dia! 5 Tambang Emas Terbesar di Indonesia

Indonesia mempunyai sumber daya energi yang sangat potensial, salah satunya yaitu tambang emas. Sekarang ini sudah ada perusahaan-perusahaan tambang emas yang beroperasi di
beberapa daerah di Indonesia. Lantas dimana letak tambang emas terbesar di Indonesia? Berikut penjelasannya yang sudah dirangkum oleh EDOO.

Emas adalah sumber daya alam yang sangat potensial dalam meningkatkan perekonomian dari sebuah negara. Bahkan perusahaan-perusahaan tambang emas yang tersebar di berbagai negara, setiap harinya terus memproduksi ratusan sampai miliaran emas, karena emas merupakan sumber daya alam yang potensial.

Menurut, hasil data laporan yang dikemukakan oleh badan riset industri independen CRU International Ltd (CRU) pada tahun 2019. Negara kita yaitu Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara yang mempunyai cadangan emas terbesar, setelah negara Australia, Rusia dan Afrika Selatan.

Daftar Tambang Emas Terbesar di Indonesia

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia mempunyai tambang emas yang tersebar di tersebar di 25 provinsi dengan luas total 1.181.071,52 hektare (ha). Berikut beberapa tambang emas terbesar di Indonesia daerah yang memiliki prospek besar di masa mendatang:

1. Tambang Emas Freeport, Papua

Tambang emas Freeport merupakan tambang emas yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia dengan memiliki luas area mencapai 90.360 hektare di Papua. PT Freeport Indonesia ini adalah perusahaan patungan (Joint Venture) antara PT Industri Asahan Alumunium Persero (Inalum) dan Freeport-McMoran.

Saat ini, tambang emas ini menjadi tambang penghasil konsentrat emas terbesar di seluruh Indonesia. Selain menghasilkan emas murni, tambang emas Freeport juga memproduksi konsentrat yang mengandung emas, tembaga, dan perak yang diekspor ke pasar-pasar luar negeri.

Sedangkan, perizinan operasi tambang ini sejak tahun 1972 sampai tahun 2041 mendatang, hal ini berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlaku.

Pada tahun 2022, tambang emas yang berlokasi di Papua ini memiliki cadangan mineral sebanyak 1,8 miliar ton dengan cadangan emas sebanyak 650 ton. Di mana potensi tambang emas ini masih sangat menjanjikan sampai tahun 2041 mendatang.

Sepanjang tahun 2022, tambang emas Freeport memproduksi 1,59 juta ons emas dan 1,6 miliar pon tembaga. kemudian pada tahun 2023, Freeport meningkatkan target produksinya menjadi menjadi 1,8 juta ons emas dan 1,7 miliar pon tembaga.

2. Tambang Emas Martabe, Sumatera Utara

Menduduki peringkat kedua sebagai tambang emas terbesar di Indonesia, tambang emas Martabe ini memiliki luas 130 hektare. Tambang emas yang dimiliki oleh PT Agincourt Resources dan berada di Sumatera Utara ini merupakan tambang pemroduksi emas dengan jumlah cadangan emas sebesar 135 ton.

Tambang emas Martabe sudah beroperasi sejak tahun 2021. Selain itu, tambang emas ini mempunyai tingkat endapan sulfidasi yang tinggi dengan cara proses pengolahannya dengan menggunakan metode Carbon-in-Leach (CIL).

Tambang emas martabe ini mempunyai kapasitas pabrik pengolahan mencapai 6 juta ton bijih setiap tahunnya dan dapat memproduksi sampai 10 ton emas per tahunnya. Namun, sisa umur tambang (life of mine/LOM) dari Martabe ini hanya selama 14 tahun.

3. Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara

Tambang emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang penghasil emas terbesar di Indonesia yang berada di Sulawesi Utara. Tambang emas satu ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 2009 dan merupakan milik Perusahaan PT Archi Indonesia Tbk. 

Pada tahun 2011, tambang emas Toka Tindung ini memproduksi emas untuk pertama kalinya dan pada tahun 2020 lalu mempunyai cadangan emas mencapai 122 ton. Wilayah operasi tambang emas ini totalnya seluas 39.817 hektare yang terbentang dari Kabupaten Minahasa Utara sampai Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Pada tahun 2021, tambang emas Toka Tindung mempunyai pabrik pengolahan berkapasitas 4 juta ton bijih setiap tahunnya. Bahkan, pabrik pengeolahannya ini mampu memproduksi sekitar 7 sampai 8 ton emas setiap tahunnya.

Sedangkan, menurut PT Archi Indonesia Tbk, tambang emas Toka Tindung ini mempunyai potensi guna menemukan tambahan cadangan emas antara 5 sampai 13 juta ons atau sekitar 150 hingga 400 ton dalam lima tahun kedepan. Sementara itu, target produksi dari tambang emas ini mencapai 8 juta ton.

4. Tambang Emas Tujuh Bukit, Jawa Timur

Ternyata, provinsi Jawa timur juga mempunyai salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, yaitu tambang emas Tujuh Bukit. Total luas tambang emas ini mencapai sekitar 4.998 ribu hektare di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi yang merupakan area hutan produksi.

Tambang emas yang berlokasi di Banyuwangi ini dimiliki oleh Perusahaan bernama PT Merdeka Copper Gold Tbk dan dikelola langsung oleh PT Bumi Suksesindo yang beroperasi untuk memproduksi emas di tahun 2016 untuk pertama kalinya.

Sedangkan, cadangan emas di tambang emas Tujuh Bukit mencapai 22 ton per pada tahun 2020 dan pada tahun 2021 memproduksi emas sebanyak 1,7 ton emas. Sepertinya, cadangan emas di tambang emas Tujuh Bukit ini diperkirakan akan habis pada pertengahan tahun 2024 mendatang.

5. Tambang Emas Gosowang, Maluku Utara

Tambang emas Gosowong ini memiliki luas sekitar 29 ribu hektar dan berada di kabupaten Halmahera Utara.  Sedangkan untuk kepemilikannya tambang emas ini dimiliki oleh PT Indotan Halmahera Bangkit dan PT Aneka Tambang, dan dioperasikan secara langsung oleh PT Nusa Halmahera Minerals.

Tambang emas Gosowong ini dalam penambangannya memakai sistem pertambangan bawah tanah atau underground. Sementara itu, cadangan emas yang dimiliki tambang emas ini sekitar 9 ton per akhir tahun 2020.

 

Demikianlah tadi informasi mengenai daftar 5 tambang emas terbesar di Indonesia dan berbagai
volume produksinya. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat untuk EDOOers sekalian untuk menambah wawasan dan pengetahuan.