7 Cara Mendisiplinkan Siswa di Sekolah

EDOOcator wajib tahu bagaimana cara mendisiplinkan siswa di sekolah, khususnya pada era kurikulum merdeka ini. Hal tersebut akan membawa dampak kemanfaatan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, sehingga proses transfer of knowledge akan berjalan secara optimal.

Makna Kedisiplinan

Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan timbul melalui suatu proses dan serangkaian perilaku yang mecerminkan nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan, kepatuhan, dan atau ketertiban. Tujuan menerapkan kedisiplinan di sekolah ialah untuk menciptakan keamanan dan lingkungan pembelajaran yang nyaman terutama saat berada di kelas.

Apabila, EDOOcator tidak dapat menegakkan kedisiplinan dengan baik di sekolah ataupun di kelas. Maka siswa bisa bertindak semaunya sendiri dan bisa menimbulkan suasana belajar menjadi kurang kondusif, sehingga siswa tidak bisa mencapai prestasi belajar yang cita-citakan.

Contoh kedisiplinan siswa di sekolah di antaranya, selalu hadir tepat waktu (on time), taat terhadap semua peraturan sekolah, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku di sekolah, siswa disiplin belajar, jujur dalam segala hal, dan lain sebagainya.

Sedangkan, contoh tindakan kurang disiplin di sekolah yaitu tidak menaati peraturan dan ketentuan yang berlaku di sekolah, sering terlambat datang ke sekolah, tidak berakhlak sesuai norma-norma yang berlaku di sekolah, dan lain sebagainya.

Mendisiplinkan siswa bukan berarti mengontrol atau menekan mereka, tetapi cenderung lebih membantu siswa dalam memahami batas-batas yang telah disesuaikan dan mengembangkan kemampuan siswa untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Hal tersebut sangat penting, karena terdapat banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan memiliki kedisiplinan yang baik.

Manfaat mendisiplinkan siswa di sekolah antara lain, siswa yang disiplin cenderung lebih fokus pada pelajaran, siswa lebih mudah untuk diajak bekerja sama dengan teman sekelas, dan siswa lebih cenderung menghargai orang lain.

Sementara itu, dampak yang terjadi jika tidak mendisiplinkan siswa di antaranya adalah menjadi faktor penghambat bagi kemajuan siswa, siswa yang tidak disiplin akan sulit untuk fokus pada pelajaran, siswa tidak disiplin cenderung mengganggu teman sekelas, dan bahkan siswa yang tidak disiplin bisa mengganggu kemajuan kelas secara keseluruhan.

Mendisiplinkan siswa tentunya menjadi tanggung jawab guru sebagai pendidik, agar bisa menjadi siswa yang berkembang, baik dari segi akademik maupun secara personal. Oleh karena itu, guru tidaklah boleh menyepelekan hal berikut ini yaitu mengenai cara mendisiplinkan siswa di sekolah.

7 Cara Mendisiplinkan Siswa

Lalu apa saja cara yang dapat diterapkan dalam upaya mendisiplinkan siswa? Berikut ini adalah beberapa cara mendisiplinkan siswa di sekolah. Check this out!

  1. Memberikan Peringatan

Sebuah peringatan mempunyai tujuan agar siswa memahami tindakannya tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah. Selain itu peringatan juga membantu dalam memberikan siswa kesempatan kedua untuk memperbaiki tindakan-tindakanya yang sebelumnya salah.

  1. Tetapkan Konsekuensi Logis

Menetapkan konsekuensi logis dapat membantu siswa memahami tindakannya akan berdampak negatif kepada orang lain ataupun dirinya sendiri. Konsekuensi logis akan menjadikan siswa tahu konsep sebab akibat, maksudnya apabila siswa tidak menyelesaikan PR pada suatu mata pelajaran, maka akibatnya (konsekuensinya) siswa tersebut tidak mendapatkan nilai tambahan.

  1. Penggunaan Cara “ Time-Out ”

Penggunaan cara ” time-out ” bisa bermanfaat dalam membantu siswa menenangkan diri serta juga turut membuat siswa tersebut memikirkan tindakannya yang tidak sesuai dengan peraturan atau norma-norma di sekolah yang telah ditetapkan.

  1. Menstimulasi Siswa dengan Pujian dan Motivasi

Menstimulasi siswa yang disiplin dengan pujian dan motivasi akan membantu siswa tersebut meningkatkan kedisiplinannya secara keseluruhan, karena dengan menstimulasi dengan pujian dan motivasi dapat merangsang kemampuan dasar siswa agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal dan terus berkelakuan baik secara konsisten.

  1. Penggunaan Cara “ Redirection ”

Penggunaan cara “ redirection “ akan membantu EDOOcator dalam mengalihkan perhatian siswa dari tindakan-tindakan negative yang tidak sesuai dan tidak tepat dengan peraturan dan norma-norma di sekolah, sehingga siswa akan dialihkan ke aktivitas-aktivitas yang lebih positif seperti halnya, mengikuti organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan bergabung dalam sebuah klub ekstrakurikuler tertentu di sekolah.

  1. Penggunaan Cara “ Modelling ”

Penggunaan cara “modelling” dapat membantu siswa memahami tindakan yang sesuai dengan peraturan. Seharusnya, guru mencontohkan tindakan yang sesuai dengan aturan terlebih dahulu, sehingga guru tersebut bisa jadi role model dalam berkelakuan baik dan disiplin.

Mendisiplinkan siswa tidak dapat dilakukan dengan menyuruh ataupun dengan memberi hukuman kepada siswa. Oleh karena itu, EDOOcator sebagai guru harus bisa menjadi panutan dan contoh dalam kedisiplinan.

Contohnya, EDOOcator yang menginginkan siswanya tepat waktu datang ke sekolah. Maka hal pertama yang harus EDOOcator lakukan adalah dengan mencontohkan kepada siswa bahwa gurunya selalu on time dan tidak terlambat datang ke sekolah, kecuali ada hal-hal lain yang sangat mendesak. 

7. Penggunaan Cara “ Reward System and Problem Solving “

Penggunaan cara “ reward system “ berupa penghargaan, hadiah, atau pujian yang tulus dari seorang guru kepada siswa, tentunya akan membantu siswa menghargai tindakan yang sesuai dengan aturan dan dapat membangkitkan semangat siswa untuk bersikap lebih baik lagi. Pemberian reward system ini juga dapat membuat siswa lebih semangat dalam belajar.

Sementara itu, menerapkan cara “ problem solving “ akan bisa membantu siswa dalam memahami tindakan-tindakan yang tidak sesuai atau tepat dengan peraturan dan norma di sekolah, dengan peran guru dalam mencarikan solusi alternatif yang lebih positif.

Manfaat positif dari perilaku disiplin siswa bisa dirasakan dalam jangka panjang, bahkan sampai ketika siswa tersebut memasuki kedewasaanya. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya jika menanamkan kedisiplinan kepada siswa harus dilakukan sedini mungkin.

Berbekal 7 cara mendisiplinkan siswa di atas, semoga EDOOcator bisa menerapkannya secara bergantian dengan menyesuaikan karakter-karakter siswa di kelas, sehingga EDOOcator dapat membantu setiap siswa berkembang dengan baik, optimal, dan meraih kesuksesan yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *