Kisah Caesar Archangels: Sang Juara Dunia Perlombaan Matematika yang Masih SD

Seorang bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sukses menjadi juara dunia perlombaan matematika tingkat internasional. Siswa tersebut bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau biasa dipanggil Nono.

Profil Caesar Archangels

Berkat prestasi gemilang yang diraih oleh Nono yang harumkan Indonesia dalam kompetisi dunia.  Sekarang ini bocah berumur 8 tahun tersebut tengah menjadi perbincangan dan daya tarik publik.

Caesar Archangels merupakan bocah kelas 2 SD Inpres Buraen 2, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dia adalah bocah kelahiran 2 April 2015, yang menjadi putra bungsu dari 3 orang anak dari pasangan suami istri, Bapak Raflim Meo Tnunay (54) dan Ibu Nur Yati Ussanak Seran (42).

Caesar Archangels lahir dari keluarga sederhana dan tinggal di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Ibu dari Nono menjadi seorang guru berstatus kontrak dan Ayahnya merupakan seorang petani. Sang ayah sebelumnya bekerja serabutan, bahkan dulunya menjadi kuli atau tukang bangunan.

Sejak kecil, Nono dikenal sebagai anak yang super aktif. Meskipun ia gemar bermain dengan teman-temannya, tetapi Nono tidak meninggalkan kewajibannya untuk belajar, membaca, dan menulis.

Pada saat masih bersekolah Paud di Paud Tunas Belia. Nono menjadi lulusan terbaik, dan pernah menjadi juara Matematika gasing internal Astra, juara 2 membaca puisi tingkat sekolah Astra Nasional, dan Nono juga pandai dalam membaca pantun.

Nono sejak usia satu tahun sudah bisa berbicara lancar. Bahkan saat masih berusia lima tahun dan duduk di Paud Tunas Belia, ia sudah dapat membaca dengan lancar dan mengikuti kursus bahasa Inggris setiap pekannya.

Nono belajar matematika dengan menggunakan salah satu metode hitung yaitu Teknik Gasing (metode matematika gampang, asik dan menyenangkan). Akan tetapi, terlepas dari cara belajar yang digunakan oleh Nono tersebut. Guru di sekolah Nono mengakui bahwa bocah laki-laki tersebut memiliki potensi dan kemampuan hitung yang sangat cepat. Bahkan, para gurunya pun sampai harus mengenakan kalkulator saat melakukan tes pada Nono.

Kemenangan Membanggakan di Kompetisi International

Caesar Archangels menorehkan prestasi gemilangnya pada bidang matematika dengan menempati juara pertama kompetisi tingkat dunia dalam Hall of Fame, Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition tahun 2022.

Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition atau Abacus World Competition adalah sebuah kompetisi tingkat dunia pada bidang matematika yang diselenggarakan sejak tahun 2003 silam. Abacus Brain Gym sejatinya merupakan layanan kursus matematika dan sempoa.

Kompetisi iternasional ini menyediakan file-file yang berisi masing-masing 10 soal yang wajib dikerjakan oleh para peserta lomba, dalam jangka waktu 1 tahun. Adapun soal yang diberikan pada perlombaan ini, berbentuk virtual dan listen dalam bahasa Inggris.

Caesar Archangel sang juara dunia perlombaan matematika tersebut, berhasil menjadi anak Indonesia pertama yang menjuarai ajang tingkat internasional. Setelah dia berhasil mengerjakan total 152.010 (15.201 file) soal selama setahun lamanya.

Hal menarik dan luar biasa dari perlombaan matematika yang dijuarai oleh Nono tersebut ialah perlombaaan ini diikuti oleh sekitar 7.000 siswa dari Amerika, Qatar, Kanada, Bangladesh, United Arab Emirates, Australia dan Indonesia.

Peringkat kedua perlombaan matematika tersebut dijuarai oleh Bala Abhyudaya Balasubramonian yang seorang peserta dari negara Qatar yang berhasil menyelesaikan 7.502 file atau 75.020 soal. Menyusul, Arya Shivade sebagai peserta dari negara Amerika Serikat yang meraih peringkat ketiga dengan mengerjakan 6.138 file atau 61.380 soal.

Hadiah Kemenangan untuk Nono

Berkat kegigihannya dalam belajar dan prestasinya tersebut, Nono mendapatkan penghargaan dari founder Abacus Brain GYM USA, yaitu berupa piala, sertifikat, dan uang tunai sebesar US$200.

Penghargaan yang diperoleh Nono dari Abacus Brain Gym (ABG) ini diserahkan secara langsung oleh Juli Agustar Djonli selaku Founder ABG USA, dan disaksikan Viktor B.Laiskodat selaku Gubernur NTT, dan Korinus Masneno selaku Bupati Kupang, yang bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada hari Selasa, 10 Januari 2023.

Pada acara penyerahan hadiah untuk Nono tersebut, Nono diberikan kesempatan untuk unjuk kemampuan dalam bidang matematika di hadapan Gubernur NTT beserta seluruh peserta yang hadir. Nono pun dengan entengnya menjawab semua soal yang dilontarkan tanpa lama berpikir. Sontak Gubernur NTT bersama seluruh peserta yang hadir merasa terperangah, kagum dan bangga akan kecerdasan Nono sang juara dunia perlombaan matematika itu.

Prestasi juara 1 yang diraih Nono pada bidang Abacus Brain Gym (ABG) ini pula turut mengangkat nama baik kabupaten Kupang. Apalagi kabupaten Kupang ini merupakan salah satu kabupaten termiskin di NTT (menurut Badan Pusat Statistik 2021). 

Itulah beberapa fakta yang perlu EDOOers ketahui tentang Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay (Nono) sang juara dunia perlombaan matematika. Bocah asal NTT ini benar-benar telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk ikut mendulang prestasi di dunia internasional. Congratulations, Nono! Kamu tahu kisah inspiratif lainnya dari siswa atau guru lainnya? Share di kolom komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *