Mengenal Sejarah OSIS dan Manfaatnya Bagi Siswa

Sekolah bukan cuma tentang proses belajar-mengajar secara formal saja. Akan tetapi, lebih dari itu, sekolah bisa menjadi tempat yang tepat untuk mengasah kemampuan soft skills EDOOers, lho. Salah satu caranya adalah bergabung dengan kepanitiaan Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang biasa disebut OSIS. Ada banyak manfaat yang dapat EDOOers dapatkan saat jadi pengurus OSIS yang tentunya akan sangat membantu saat kelak jadi mahasiswa atau di dunia kerja, lho! Yuk mengenal sejarah OSIS dan manfaatnya bagi siswa. 

EDOOers, pastinya sudah tidak asing dong dengan yang namanya OSIS? Setiap sekolah, entah itu Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA) pasti memiliki OSIS. OSIS menjadi suatu organisasi yang paling umum diketahui oleh siswa, karena bersinggungan langsung dengan kegiatan yang ada di sekolah.

Apa itu OSIS? OSIS merupakan singkatan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah, yang merupakan sebuah organisasi siswa resmi yang terdapat di sekolah. Organisasi tersebut berperan penting dalam menggerakkan siswa untuk turut aktif serta berkontribusi bagi sekolah.

OSIS mempunyai tugas untuk mengendalikan berbagai aktivitas siswa di sekolah, agar mencapai tujuan yang positif. Siswa yang tergabung dalam internal OSIS disebut sebagai pengurus OSIS yang memiliki tugasnya masing-masing mengingat adanya spesifikasi dan spesialisasi pada bidang jabatan yang diembannya.

Selain pengurus OSIS, guru di sekolah juga bertanggung jawab menjadi sosok pembina organisasi tersebut dengan tugas mengawasi jalannya kepengurusan agar lebih terarah melalui setiap implementasi kegiatan-kegiatannya. Sebelum kita lebih mengenal sejarah OSIS dan manfaanya bagi siswa. Mari kita pelajari terlebih dahulu sejarah lahirnya OSIS itu sendiri.

Mengenal Sejarah OSIS

Pada kisah sejarahnya, beberapa sekolah di Indonesia pada tingkat SMP dan SMA kala itu, memiliki berbagai organisasi dengan tujuan tertentu baik yang berada di dalam lingkup internal sekolah maupun di lingkup eksternal sekolah.

Oleh sebab itu, maka pada sekitar tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, timbullah sebuah keinginan dari pemimpin organisasi siswa untuk menghindari perpecahan antar organisasi di dalam ataupun luar sekolah melalui arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, karena bisa berpotensi memiliki dua kubu dengan kepentingan yang berbeda.

Pada masa itu juga, sebagian organisasi eksternal pendahulu OSIS memiliki muatan politis yang punya kendali dari luar sekolah. Hal tersebut menimbulkan adanya loyalitas ganda bagi anggotanya yang juga sebagai siswa dari sekolah. Kondisi tersebut memilki risiko dimana adanya pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mungkin saja bisa memanfaatkan masa siswa sekolah untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Hingga akhirnya OSIS lahir dan menjadi organisasi siswa yang resmi di setiap sekolah. Pembentukan OSIS ini bertujuan untuk mempersiapkan orang-orang terpilih di usia muda untuk usaha dan upaya memperjuangkan bangsa dengan membekali mereka dengan pelatihan kepemimpinan, daya kreasi, kesegaran jasmani, keterampilan, patriotisme, dan idealisme.

Pemerintah berperan besar dalam menetapkan nama organisasi menjadi OSIS dengan empat jalur pembinaan siswa yaitu organisasi kesiswaan, latihan kepemimpinan, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan wawasan wiyatamandala.

Manfaat OSIS bagi Siswa

EDOOers pasti mengira menjadi pengurus OSIS hanya sebagai ajang unjuk diri bagi siswa yang ingin beken atau ingin terkenal di sekolah. Nggak ada yang salah kok dengan itu EDOOers.

EDOOers. Kali ini, EDOO akan meringkas 5 manfaat yang didapat jika EDOOers terjun menjadi pengurus OSIS di sekolah.

Pastikan baca sampai selesai ya, karena terdapat informasi penting buatmu!

  1. Melatih Jiwa Kepemimpinan

Salah satu aspek utama pembinaan dalam OSIS adalah meningkatkan kepemimpinan. Peningkatan kepemimpinan tersebut bisa berupa penambahan kemampuan soft skills seorang siswa dalam menggerakan sumber daya yang dimilikinya secara efektif.

Melalui pembinaan tersebut, EDOOers dapat belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, karena sejatinya pembelajaran leadership yang paling dasar adalah memimpin diri sendiri. Pengalaman tersebut akan membawa EDOOers untuk terus berperan aktif baik di lingkungan kampus, tempat kerja, atau mungkin lingkungan tempatmu tinggalmu.

  1. Meningkatkan Kerjasama

Manfaat lain yang akan didapatkan siswa yang jadi pengurus OSIS yaitu meningkatnya kerjasama dalam tim. Bergabung dengan OSIS, siswa diajarkan untuk dapat bekerjasama lebih baik dengan siswa lainnya untuk mencapai tujuan OSIS tersebut.

Saat EDOOers kelak melamar kerja nanti, pengalaman organisasi ialah salah satu hal yang akan ditanyakan, lho! Mampu bekerja sama dalam tim (teamwork) juga menjadi salah satu faktor utama yang dicari rekruter. Jika masa sekolahmu dihabiskan dengan kegiatan organisasi seperti OSIS, tentu akan lebih menarik.

3. Mengasah Kemampuan Manajemen

Keahlian manajemen merupakan sebuah skill penting yang wajib dimiliki seseorang. Mempelajari skill ini semenjak sekolah dengan mengikuti OSIS adalah pilihan yang tepat bagi para siswa. Melalui OSIS, siswa akan mampu mengasah kemampuan mengatur, mengelola, menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi program kesiswaan.

Bagi EDOOers yang menjadi pengurus OSIS secara tak sadar akan diajak untuk memiliki manajemen waktu yang baik, karena selain menjalani proses belajar, EDOOers juga memiliki tanggung jawab di organisasi. Kemampuan tersebut bisa menjadi nilai positif bagi EDOOers untuk menjadi pribadi lebih disiplin, sehingga kedepannya sudah siap menghadapi dunia kerja yang penuh disrupsi di masa depan

4. Melatih Berpikir Kreatif dalam Mencari Solusi

Pastinya saat menjadi pengurus OSIS, EDOOers akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan ketika menjalankan tugas, seperti kekurangan dana dalam menjalankan sebuah acara sekolah. Tenang saja hal tersebut bukanlah hambatan EDOOers.

Berangkat dari situlah, pengurus OSIS akan mampu berpikir yang out of the box, seperti mencari penggalangan dana dengan mencari sponshorship, menjual produk tertentu agar mendapat untung. Maka dengan begitu, EDOOers akan terbiasa berpikir kreatif dalam mencari solusi dari bermacam permasalahan.

5. Memperluas Relasi Pertemanan

OSIS dapat menjadi sarana EDOOers untuk menambah relasi pertemanan yang luas. EDOOers bisa bertemu teman-teman dari kelas lain, baik itu teman seangkatan, kakak kelas, maupun adik kelas. Jadi, ruang lingkup dan relasi pertemanan EDOOers akan semakin luas, tidak hanya terbatas pada teman kelas saja.

Kenalan EDOOers juga akan makin bertambah luas apabila ada event-event yang mengharuskan OSIS untuk bekerja sama dengan sekolah lain. Kemampuan networking pun akan terasah dan hal ini akan membantu dalam beradaptasi ketika kuliah nanti. EDOOers tidak akan merasa canggung dan kesusahan untuk berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai latar belakang, karena telah terbiasa saat berada di OSIS.

Nah, setelah mengenal sejarah OSIS dan manfaatnya bagi siswa. Apakah EDOOers tertarik untuk bergabung menjadi bagian dari OSIS? jangan malu-mau untuk bergabung menjadi pengurus OSIS ya EDOOers. Jika EDOOers menjadi pengurus OSIS, EDOOers akan mendapatkan banyak pengalaman berharga yang akan terus berguna untuk kehidupan di masa depan. Akan tetapi ingat, meski aktif sebagai pengurus OSIS namun jangan lupa kewajiban utamamu untuk belajar ya. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Literasi untuk Edukasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *