4 Faktor yang Mempengaruhi Beragamnya Flora dan Fauna di Indonesia

Flora dan fauna yang terdapat di dunia, khususnya Indonesia ini tidak selalu sama di setiap tempatnya karena terjadinya persebaran. Persebaran flora dan fauna tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia.

Pastinya banyak dari EDOOers pasti sering banget denger, kalau Indonesia itu merupakan negara yang dikenal dengan berbagai keanekaragaman flora dan faunanya. Bahkan, berdasarkan data yang dikemukakan situs Convention on Biological Diversity (sebuah perjanjian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa), Indonesia memiliki 10% spesies tumbuhan berbunga, 16% spesies reptil, 12% spesies mamalia, 17% spesies burung dunia. Selain itu, Indonesia juga ditinggali 270 spesies amfibi dan 35 spesies primata. Sungguh menakjubkan!

EDOOers pernah nggak sih bertanya-tanya, kok bisa flora dan fauna di Indonesia itu begitu bermacam-macam ya? Ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia lho EDOOers yang ada di dalam materi mata pelajaran Geografi kelas 11.

Sebelum membahas faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian flora dan fauna. Simak penjelasannya berikut ini ya EDOOers.

Apa itu Flora & Fauna?

Flora dan fauna merupakan salah satu bagian dari sumber daya alam yang berada di seluruh penjuru dunia. Tentunya setiap wilayah yang ada di dunia ini memiliki flora dan fauna yang berbeda-beda pula. Hal tersebut tergantung pada kondisi geografis setiap wilayah.

Istilah kata flora berasal dari bahasa latin yaitu dari kata flora yang memiliki arti alamat tumbuhan dan nabatah. Sedangkan menurut e-Modul Geografi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara sederhana pengertian flora adalah tanaman. Flora bisa diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan yang ada di dunia.

Sementara itu, pengertian fauna secara sederhana adalah hewan. Sedangkan pengertian fauna secara umum adalah segala jenis hewan yang hidup di dunia. Kata fauna sendiri berasal dari bahasa latin yang memiliki arti alam hewan.

4 Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora & Fauna

Secara umum, dalam mata pelajaran geografi memberikan pemahaman bahwa ada 4 macam faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia. Keempatnya adalah klimatik, edafik, fisiografis, dan biotik.

Nah, tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas empat faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna berdasarkan apa yang kita pelajari pada mata pelajaran Geografi kelas 11, agar pemahaman kita makin mantap. Yuk, kita bahas satu per satu ya EDOOers!.

  1. Faktor Klimatik

Faktor klimatik adalah faktor yang berkaitan erat dengancuaca maupun iklim di suatu wilayah yang mempengaruhi adanya flora dan fauna di wilayah tersebut. Unsur-unsur dalam faktor klimatik ini antara lain suhu udara, kelembapan udara, sinar matahari, curah hujan, dan angin.

Nyatanya Iklim dapat memberikan pengaruh dominan terhadap persebaran flora dan fauna di bumi. Wilayah yang mempunyai iklim atau suhu ekstrem di bumi hanya akan dihuni oleh flora dan fauna dengan ragam spesies jauh lebih sedikit dibandingkan yang ada di kawasan tropis.

Contohnya, di wilayah gurun yang sangatlah panas hanya akan ada beberapa hewan dan tumbuhan yang bisa bertahan disana seperti unta, kadal gurun, dan tumbuhan kaktus. Begitu pula di wilayah kutub yang sangat dingin, hanya ada hewan berbulu tebal seperti beruang kutub atau tumbuhan lumut yang bisa hidup.

  1. Faktor Edafik

Faktor edafik adalah faktor yang berkaitan erat dengan keadaan tanah pada suatu wilayah yang mempengaruhi adanya flora dan fauna di wilayah tersebut. Unsur-unsur dalam faktor edafik tersebut dapat berupa pH tanah, struktur tanah, jenis tanah, tekstur tanah, kandungan air, dan kandungan udara yang ada di dalam tanah tersebut.

Selain mempengaruhi flora, keadaan tanah juga begitu kuat pengaruhnya terhadap hewan. Soalnya nih, contohnya ada tanah yang subur dan karakteristiknya cocok untuk rumput. Maka melalui situasi tersebut, tentu banyak hewan herbivora yang akan merumput dan stay di daerah tersebut dong. Bayangin nih, kalau ada sapi di gurun, kan nanti sapinya bingung mau makan apa ya disitu.

Faktor edafik sangat berpengaruh besar pada persebaran flora dan fauna, karena tanah jadi media utama bagi tumbuhnya vegetasi. Kebutuhan-kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan vegetasi seperti halnya unsur hara, kebutuhan bahan organik (humus), air dan udara itu disediakan oleh tanah. Semakin subur tanah tersebut, pasti akan makin banyak pula hewan dan tumbuhan yang hidup di wilayah tersebut.

  1. Faktor Fisiografis

Faktor fisiografis adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi fisik suatu wilayah ataupun relief bumi. Ada dua unsur yang mempengaruhi faktor fisiografis ini yaitu ketinggian tempat dan bentukan lahan. Oleh karena itu, flora dan fauna yang ada di wilayah pegunungan akan berbeda dengan flora dan fauna di wilayah pesisir.

Sebagai contoh, kemiringan lereng bisa mempengaruhi tumbuh kembang tanaman. Lereng yang membelakangi sinar matahari akan mempersulit beragam jenis tanaman untuk tumbuh dengan baik dan melakukan fotosintesis.

Contoh lainnya adalah pada wilayah pegunungan yang sangat miring dan curam, tentu terbatas sekali hewan yang dapat tinggal di sana. Mungkin hanya kambing gunung saja, yang mampu beraktivitas dan mencari makanan di sekitar area tersebut. Demikian, percaya nggak percaya, kondisi suatu wilayah atau relief bumi ini bisa menjadi faktor penghambat persebaran flora dan fauna, lho EDOOers.

  1. Faktor Biotik

Faktor biotik berkaitan erat dengan makhluk hidup sebagai media penyebaran flora dan fauna, baik itu manusia, hingga hewan maupun tumbuhan. Peran yang terbesar pada faktor biotik untuk saat ini adalah di manusia. Perilaku manusia yang melestarikan lingkungan bisa berdampak positif terhadap keberadaan flora dan fauna. Sebaliknya, kegiatan manusia yang merusak lingkungan dapat menghambat dan bahkan membuat flora dan fauna tertentu bisa punah.

Contoh dari faktor biotik ini bis akita lihat pada, kelelawar yang menjatuhkan biji-biji dari buah yang dimakannya. Lalu, biji yang dijatuhkan tersebut tumbuh menjadi sebuah tanaman di tempat yang baru. Contoh lainnya pada manusia yang turut serta membantu persebaran berbagai flora dan fauna di seluruh dunia. Oleh sebab itu, manusia, hewan, dan tumbuhan dapat dikatakan sebagai makhluk hidup yang memiliki simbiosis mutualisme, karena saling menguntungkan antara satu sama lain.

Gimana, sudah lebih paham kan EDOOers? Ternyata faktor-faktornya begitu kompleks ya EDOOers. Sekarang kalau EDOOers menemukan flora dan fauna di kebun binatang atau taman safari sudah bisa mengklasifikasikannya berdasarkan faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna tersebut. Mau belajar lebih dalam lagi? Yuk, langsung aja buka konten-konten digital pembelajaran di EDOO ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *