EDOO: Aplikasi Perpustakaan Digital Berbasis Media Sosial Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Gen Z

Terjadinya perkembangan teknologi informasi secara cepat telah banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dengan meningkatnya penggunaan smartphone yang tidak bisa lepas dalam setiap kegiatan sehari-hari seseorang. Selain itu juga salah satu ciri lainnya ialah kemunculan platform media baru di tengah-tengah masyarakat yaitu platform media sosial.

Berkaitan dengan hal ini perpustakaan agar tetap selalu eksis di tengah-tengah masyarakat yang selalu dinamis, maka instansi perpustakaan harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang ada di sekitarnya serta mampu melakukan transformasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkhusus kelompok Gen Z, maka salah satu bentuk transformasi yang mesti dilakukan yaitu melakukan pemanfaatan teknologi informasi salah satunya melakukan upgrade perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan digital berbasis media sosial.

Media sosial secara harfiah bisa diartikan sebagai platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas, berkomunikasi maupun berkaloborasi. Dengan begitu, media sosial kini bertransformasi menjadi sebuah fasilitator antar pengguna demi menjalin suatu hubungan dan interaksi sosial.

Kemunculan media sosial ini disambut dengan antusiasme sangat tinggi oleh masyarakat khususnya kelompok Gen Z, karena populasi masyarakat di Indonesia kini lebih didominasi oleh individu dengan rentang umur 16-25 tahun. Karakteristik Gen Z mayoritas ingin membuktikan eksistensi diri mereka kepada lingkungan sekitarnya ataupun bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui media sosial tersebut.

Menanggapi antusiasme terhadap media sosial yang tinggi tersebut. Maka Aksaramaya menghadirkan sebuah aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yaitu EDOO. Aplikasi EDOO menjadi aplikasi perpustakaan digital yang dikembangkan untuk siswa, guru dan dan pustakawan sekolah.

Media sosial dalam aplikasi EDOO menjadi salah satu fitur yang paling menarik. Pasalnya melalui fitur media sosial ini pemustaka baik itu siswa ataupun guru bisa saling memberi rekomendasi buku yang telah dibaca, memberi ulasan terkait buku, maupun saling berkomunikasi untuk membangun sebuah pola diskusi pembelajaran yang asyik dan menyenangkan.

Cara berinteraksi siswa ataupun guru melalui fitur media sosial yaitu melalui linimasa aktivitas dan konten digital literasi yang ada di dalam aplikasi EDOO. Warga sekolah atau madrasah bisa menggunakan fitur media sosial di aplikasi EDOO sebagai ruang untuk mengembangkan ide, gagasan dan aktivitas keseharian dalam proses pembelajaran untuk di posting.

Nah, seperti yang dijelaskan tadi cara interaksi siswa atau guru dengan fitur media sosial itu melalui linimasa. Pada linimasa kita sebagai pemustaka aplikasi EDOO bisa melakukan beberapa hal seperti membuat sebuah postingan, memberikan komen terhadap sebuah postingan konten, memberikan review, berbagi rekomendasi konten dan melakukan share ke kanal lain.

Fitur media sosial juga dapat menjadi media forum serta diskusi antar warga sekolah atau madrasah seputar pelajaran. Praktek yang baik dalam penggunaan fitur media sosial, bisa diimplementasikan untuk menarik warga sekolah atau madrasah menggunakan aplikasi perpustakaan digital EDOO.

Ada beberapa manfaat serunya berinteraksi dan berjejaring antar teman lewat fitur media sosial pada aplikasi EDOO, di antaranya :

  1. Comment dan Review
  2. Rekomendasi buku atau bahan bacaan kepada teman sesama pengguna aplikasi EDOO
  3. Pertemanan sesuai minat dan bakat
  4. Share atau berbagi bahan bacaan dengan aplikasi sosmed (Facebook, Whatapps, email, dll
  5. Donasi literasi dengan membeli koleksi untuk menambah koleksi ePustaka

Fitur media sosial di sebuah aplikasi perpustakaan digital sudah menjadi kebutuhan untuk membangun interaksi antar pemustaka, seperti pertemanan, rekomendasi, review, like, dan sebagainya. Kemudahan dalam mengakses perpustakaan digital melalui smartphone berbasis android, tablet, laptop dan desktop berbasis windows, juga menjadi sebuah keharusan dalam pengembangan suatu perpustakaan digital.

Latar belakang dihadirkannya fitur media sosial di aplikasi EDOO adalah karena di media sosial yang umum di sekitar kita itu masih banyak konten berita palsu (hoax), konten negatif, konten sara, pornografi dan ujaran kebencian (hate speech) lainnya semakin membanjiri Gen Z yang mayoritas adalah siswa-siswi sekolah. Hal tersebut terjadi karena akibatnya kurangnya filter terhadap penggunaan media sosial akhir-akhir ini.

Selain itu, konten pembelajaran sekolah masih banyak berceceran di mana-mana. Tidak ada wadah untuk menampung dan mengelola. Dua alasan tersebut yang menjadikan EDOO terus berinovasi menghadirkan modul dan fitur unggulan yang menjawab kebutuhan sekolah.

Melalui fitur media sosial EDOO, perpustakaan tidak cuma dapat memberikan pelayanan baru kepada para masyarakat khususnya kelompok Gen Z, tetapi juga dapat menjadi suatu sarana promosi untuk meningkatkan eksistensi dari perpustakaan itu sendiri.

Adanya sarana promosi perpustakaan melalui fitur media sosial EDOO tersebut, menjadikan perpustakaan untuk lebih membuka dirinya kepada masyarakat luas dan tidak di anggap sebelah mata, terlebih kepada masyarakat di dunia maya media sosial. Sehingga kedepannya para gen Z di dunia maya ini, bisa menambah kelimuan serta wawasan baru, dan informasi yang kredibel agar terhindar dari informasi hoax yang merajalela.

Sekolah yang ingin GO-DIGITAL bersama EDOO dapat chat ke kami melalui email ke [email protected] atau WA/telfon kami di nomor 0859-1067-25577

Salam Literasi untuk Edukasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *