Kisah Lia: Seorang Siswi Penyandang Disabilitas dengan Semangat Tanpa Batas

Bagi anggapan beberapa orang, penyandang disabilitas merupakan penghalang terbesar dalam dalam meraih mimpi. Tidak jarang mereka yang penyandang disabilitas mendapatkan perrundungan oleh orang-orang disekitarnya dan sampai ada yang diperlakukan dengan tidak adil.

Menjadi seseorang yang memiliki kekurangan, bukanlah menjadi alasan untuk berdiam diri mengutuki nasib dan menjalani hidup tanpa prestasi. Meski memiliki kekurangan fisik atau kekurangan lainnya, penyandang disabilitas pasti masih bisa berkarya, berkreasi bahkan bisa membantu sesama manusia untuk mewujudkan impiannya.

Keadaan fisik yang tidak sempurna bukan menjadi suatu kendala untuk bisa mewujudkan cita-cita. Demikian yang terjadi pada Novilia seorang anak penyandang disabilitas dari Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Lia merupakan siswi yang bersekolah di SMP 2 Negeri Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Meskipun tak mempunyai kedua tangan yang sempurna, ia tetap rajin belajar di sekolah dengan semangat tanpa batas.

Aktivitas sehari-hari, Lia tetap melakukannya seperti biasa tanpa mengeluh sedikit pun. Meski awalnya kesusahan dengan kondisi tangan yang tak sempurna, Lia terus berusaha untuk bisa melakukan atktivitas apapun sendiri seperti orang normal pada umumnya.

Berbeda dari teman-temannya yang lain. Sejak kecil Lia tidak memiliki kedua tangan yang sempurna. Ketidaksempurnaan dua tangan, tidak membuat ia minder dengan teman-temannya yang memiliki kesempurnaan fisik. Apalagi untuk sekedar iri pada teman sekolah maupun teman bermainnya, ia tak pernah terbesit sedikit pun tentang hal seperti itu. Lia selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan padanya.

Meskipun Lia seorang anak penyandang disabilitas, Lia pun berjanji akan selalu memberikan yang terbaik kepada kedua orang tuanya. Lia juga tidak pernah merasa malu atas kondisi dirinya, kondisi tersebut tidak membuat ia patah semangat. Bahkan Lia justru sangat bersyukur, karena bisa tetap pergi ke sekolah dan memiliki banyak teman.

Cita-cita Lia adalah ingin menjadi seorang dokter dan atlet olahraga renang, impian Lia tersebut sangat kuat mendorong dirinya untuk terus menuntut ilmu di sekolah. Alasan, Lia mempunyai cita-cita ini, agar mampu memberikan semangat bagi orang-orang yang mempunyai kondisi sama, supaya tidak menyerah dan tetap berjuang sekeras mungkin untuk meraih cita-cita. Sebab keterbatasan fisik tidak mesti membuat seseorang harus pasrah dengan keadaan dan berpangku tangan.

Ketika berada di sekolah, Lia senang sekali bisa belajar bareng teman-temannya dan bertemu dengan banyak guru yang baik. Meskipun Lia terlahir sebagai penyandang disabilitas yang berbeda dengan orang lain, ia tetap percaya diri dalam bergaul dengan anak-anak sebayanya.

Tidak hanya itu, Lia bertekad untuk belajar dengan semangat tanpa kendor sedikitpun. Hal tersebut membawanya menjadi siswi yang berprestasi di sekolah. Sosok Lia itu adalah anak yang memiliki budi pekerti yang sangat baik.

Terlihat saat di rumah, Lia tetap berbakti kepada kedua orangtuanya. Pada saat di rumah, ia membantu ibunya melakukan berbagai pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci piring, hingga mencuci baju. Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, Ia juga istiqomah rajin belajar dan mengaji.

Sementara itu, Ibunda Lia menuturkan, selaku kedua orang tua merasa senang dan bangga dengan Lia. Menurutnya, Lia merupakan anak yang memiliki semangat juang tinggi, tekun, rajin belajar, dan sholehah serta mempunyai budi pekerti yang dapat dicontoh oleh teman-temannya. Lia tidak pernah berhenti dalam mengejar cita-cita yang diimpikannya.

Ayah dari Lia berprofesi sebagai supir. Keluarganya pun hidup dengan sangat sederhana, maka dari itu ia tidak pernah mengeluh dan tetap bersemangat dalam belajar agar dapat membahagiakan Ayah dan Ibundanya.

Harapannya dari kisah anak penyandang disabilitas seperti Lia, dapat menjadi inspirasi bagi generasi milenial sekarang supaya semangat dalam belajar dan tidak bermalas-malasan. Jangan pernah mengucilkan dan memandang sebelah mata orang-orang seperti Lia. Semangat tanpa batasnya dalam menimba ilmu patut menjadi motivasi bagi kita semua, terkhusus bagi siswa-siswa di Indonesia. Keterbatasan bukanlah suatu halangan untuk meraih prestasi. Lia adalah contoh nyata dibalik kekurangan seseorang pasti ada kelebihan.

Sobat EDOOers, meskipun Lia terlahir tidak sempurna secara fisik serta dengan keterbatasan ekonomi. Ia tetap berjuang supaya dapat lanjutkan sekolah, meraih cita-cita dan membahagiakan orang tuanya.  Itulah kisah inspiratif dari seorang siswa penyandang disabilitas yang tetap semangat dalam belajar. Kamu pernah menemukan kisah inspiratif di sekitarmu? Share di kolom komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *