5 Tips Cerdas Bagi Milenial Mengelola Keuangan

Bagi kamu para milenial, sekarang ini adalah masa kamu. Kaum milenial yang lahir sekitar tahun 1980 hingga 2000an, sekarang berada di usia produktif. Para milenial umumnya sudah mandiri, telah menjadi pengambil keputusan di tempat kerjanya.

Artinya, umumnya para milenial sudah memiliki penghasilan sendiri dan sudah banyak yang  mandiri. Memiliki penghasilan sendiri adalah hal sangat positif, tetapi harus disertai dengan kemampuan mengelolanya. Ini 5 tips cara cerdas mengelola keuangan bagi para milenial.

1. Hidup Hemat

Hidup hemat bukan berarti hidup pelit, tetapi membeli barang yang dibutuhkan dan bisa menahan keinginan yang tidak perlu. Hidup hemat juga perlu disiplin dan konsisten, sehingga hasilnya bisa terlihat. Selain disiplin dan konsisten, hidup hemat juga harus cerdas. Caranya, kamu harus memiliki wawasan tentang barang-barang berkualitas dan ekonomis. Jadi, jangan karena ingin hemat akhirnya membeli barang  murah dan mudah rusak.

2. Rencanakan Keuangan

Untuk bisa berhasil mengelola keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam resminya, mengajurkan milenials lebih fokus dalam merencanakan keuangan dengan menentukan

tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang, menentukan berapa besar dana yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, serta menentukan deadline, sehingga kamu bisa memantau progres pengelolaan keuangan.

3. Usahakan Tidak Memiliki Utang

Hindari meminjam untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, membeli pakaian, sepatu atau gadget. Berbeda jika meminjam untuk investasi dan kamu telah memperhitungkan bahwa bunga kredit yang akan kamu keluarkan dapat ditutupi dari keuntungan investasi. Bisa juga kredit untuk membeli barang yang sulit dibeli tunai karena nilainya relatif mahal, seperti rumah atau kendaraan.

4. Tentukan Skala Prioritas

Sebelum mengeluarkan uang, tentukan skala prioritas kebutuhan yang perlu kamu beli. Prioritas akan membantu kamu untuk memastikan kamu sudah memiliki barang-barang yang sangat kamu butuhkan sebelum uangmu habis. OJK mengajurkan untuk menerapkan rumus 40-30-20-10 dalam rencana keuangan. 40% adalah anggaran untuk keperluan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan utang, 20% untuk investasi dan tabungan, serta 10% untuk keperluan sosial.

5. Siapkan Dana Darurat

Jangan lupa siapkan dana darurat untuk mengantisipasi jika ada kebutuhan mendadak. Kamu bisa menyisihkan sebagian penghasilan kamu untuk dana darurat setiap bulannya. Dana darurat bisa disimpan di rekening sendiri, sehingga bisa dipastikan dana itu tidak diutak-atik kecuali ada kebutuhan mendesak. Dengan adanya dana darurat, kamu juga akan terhindari dari panik atau terpaksa meminjam uang dari orang lain ketika ada kebutuhan mendadak. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *