Skip to content

Kisah Kairan Quazi: Karyawan Termuda SpaceX yang Masih Berusia 14 Tahun

EDOOers, tahu tentang SpaceX? Yaps, perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk, merekrut karyawan baru bernama Kairan Quazi dan dinobatkan sebagai karyawan termuda
SpaceX.

Remaja satu ini masih berusia 14 tahun, saat direkrut oleh SpaceX menjadi salah satu karyawannya. Faktanya, Kairan Quazi direkrut oleh SpaceX sebulan sebelum ia diwisuda dari Universitas Santa Clara pada tanggal 17 Juni 2023 ini.

Setelah lulus wawancara, Kairan akan menempati posisi sebagai insinyur muda perangkat lunak
(software engineer) di Starlink, yaitu pada divisi SpaceX yang menyediakan
pelayanan internet satelit. Maka dari itu, Kairan menjadi karyawan termuda
dalam sejarah perusahaan SpaceX.

Kairan lulus dari Universitas Santa Clara dengan mendapatkan gelar Associate of Science (AS).
Selain menjadi karyawan termuda di SpaceX, Kairan juga akan menjadi lulusan
termuda dalam sejarah Universitas Santa Clara selama 172 tahun.

Saat Kairan belajar di Universitas Santa Clara, ia mengambil dua jurusan sekaligus yakni
matematika dan kimia. Ternyata, gelar yang didapatkan Kairan ini mencakup
sebuah program persiapan transfer untuk mempersiapkan siswa untuk pindah ke
program sarjana di tingkat universitas.

Menurut Jullia selaku Ibunda Quazi mengatakan, bahwa Kairan mempunyai temperamen intens dan unik sejak usianya baru menginjak beberapa bulan sesudah dilahirkan. Apabila, Kairan sedang dibacakan buku cerita dan berhenti, ia akan tantrum dan hal tersebut hanya bisa dihentikan dengan didengarkan radio dari stasiun National Public Radio (NPR).

Selain itu, karyawan termuda SpaceX tersebut nyatanya sudah dapat berbicara dalam kalimat lengkap, padahal usianya masih 2 tahun. Kairan juga pernah bercerita kepada teman-teman dan gurunya tentang apa yang ia dengar dari radio NPR di taman kanak-kanak.

Saat Kairan berusia 9 tahun dan sedang menempuh pendidikan di sekolah dasar (SD)
kelas 3, ia sering mengeluh soal tugas sekolah yang dirasanya kurang menantang baginya. Lantas, orang tua, guru, sampai dokter dari Kairan langsung meyakini bahwa anak ini siap melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Sesudah, melihat potensi Kairan yang ada di atas rata-rata, orang tuanya lantas menyekolahkan Kairan ke kampus community college bernama Las Positas College yang berada di Livermore, California, pada usia sembilan tahun. Adapun community college adalah perguruan tinggi yang
menyelenggarakan pembelajaran setingkat diploma satu atau dua.

Setelah Kairan mengikuti tas IQ, terbukti bahwa dalam tes IQ tersebut menunjukkan hasil IQ
dari Kairan di atas persentil ke-99,9 dari populasi pada umumnya. Selain itu, kecerdasan emosional yang dimiliki oleh Kairan juga sangat tinggi. Artinya, bahwa tingkat inteligensia dari
Kairan memenuhi syarat untuk masuk kedalam kategori sangat berbakat.

Pada usia 11 tahun, setelah menempuh pendidikan di community college, Kairan berpindah untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Santa Clara. Ia sempat pula menjadi karyawan
magang selama beberapa tahun di sebuah perusahaan Artificial Intelligence (AI) di Intel Labs, pada posisi rekan peneliti (research fellow) pada bidang kecerdasan buatan.

Selama mengenyam pendidikan di Santa Clara University, Kairan pernah mempunyai pengalaman
menjadi anggota dari Association for Computer Machinery dan disana ia memiliki peran sebagai senator senior di Associated Student Government. Selain itu, ia juga pernah menjadi seorang tutor atau trainer untuk mahasiswa lainnya.

Sesudah, Kairan lulus dari kampus Santa Clara University. Kairan tidak akan pernah merasa menganggur setelah wisuda, dikarenakan ia sudah diterima untuk bekerja di SpaceX. Kairan Quazi bersama ibunya berencana untuk pindah tempat tinggal sesudah ia diterima kerja di SpaceX.

Tujuan perpindahan tempat tinggal Kairan ke Redmond, Washington agar bisa sesegera mungkin mulai bekerja di SpaceX. Semoga kisah Kairan Quazi sebagai karyawan termuda SpaceX tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk ikut mendulang prestasi sesuai bakat, minat dan keterampilan masing-masing. Congratulations, Kairan! Kamu tahu kisah inspiratif
lainnya dari siswa lainnya? Share di kolom komentar ya.