Waspada: 5 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Menekan Bullying di Sekolah

Merebaknya kasus bullying di sekolah dalam beberapa bulan terakhir, sungguh menyayat hati. Terbaru, viralnya kasus bullying yang terjadi di SMP Kota Bandung, sampai kasus bullying yang sampai membuat korbannya mengalami keadaan koma di SD Kepanjen, Kabupaten Malang. Kasus perundungan atau bullying seolah tak ada habisnya. Setelah kelar satu masalah yang mengemuka, lalu muncul lagi kasus bullying baru. Lantas hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menekan bullying di sekolah? Yuk simak pembahasannya sampai selesai.

Fakta Trend Bullying

Tontonan kekerasan akibat salah memilih tontonan yang tepat di media sosial menjadi salah satu pemicu anak melakukan tindakan bullying. Catatan KPAI dalam kurun waktu 9 tahun mulai tahun 2011 sampai 2019, ada 37.381 pengaduan. Kasus bullying baik di pendidikan maupun sosial media mencapai 2.473 laporan. Menurut Komisioner KPAI Bidang Hal Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, kasus bullying seperti fenomena gunung es, trennya akan terus meningkat.

Orang tua tentu dibuat sangat khawatir dengan trend bullying. Namun sangat disayangkan karena belum ada solusi yang efektif untuk mencegah kekerasan anak yang marak di sekolah-sekolah Indonesia.

Meski kasus bullying ini sudah terjadi sudah sejak lama, tetapi kian hari, kasus yang terjadi semakin sangat memprihatinkan. Betapa tidak, bullying yang terjadi di sekolah telah sampai ke ranah fisik, bahkan sasaran bullying ini pun terjadi hampir di semua usia, mulai dari jenjang pendidikan SD hingga bangku perkuliahan.

Fenomena bullying di sekolah bagaikan fenomena gunung es, artinya masih sedikit kasus bullying yang terlihat di permukaan, terlaporkan dan kemungkinan masih banyak kasus-kasus lain yang serupa namun tidak dilaporkan.

Pengertian Bullying

Apa sih, bullying itu? Bullying merupakan sikap atau perilaku agresif yang terjadi secara terus-menerus, di mana satu atau sekelompok orang dalam posisi berkuasa dengan sengaja mengintimidasi, memaksa individu lain, atau menyalahgunakan dengan maksud menyakiti korbannya secara fisik maupun emosional.

Jadi perundungan atau bullying tidak hanya sebatas gangguan secara fisik, tetapi juga dapat berupa gangguan secara mental atau emosional. Oleh sebab itu banyak pihak seperti orangtua, guru, atau masyarakat luas harus memahami apa itu bullying. Hal tersebut bertujuan supaya tindakan perundungan atau bullying dapat dihindari.

Cara yang Dilakukan untuk Menekan Bullying di Sekolah

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan guru untuk menekan bullying di sekolah. Yuk EDOOcator perhatikan baik-baik ya.

  1. Membiasakan Kerja sama

Seorang guru dapat membiasakan siswa-siswinya untuk tergabung dalam sebuah proyek kolaborasi. Kebersamaan dalam menyelesaikan sebuah karya, dapat memupuk rasa empati dan kerja sama satu sama lain. Interaksi intens dalam satu kelompok tersebut, mengajarkan mereka untuk berkompromi sekaligus bersikap tegas tanpa ada rasa saling menuntut.

Akan tetapi dalam membentuk kelompok, sebagai guru juga perlu menyusun strategi jitu untuk mengelompokan siswanya. Jangan lupa, terus memantau apa saja yang dikerjakan dalam kelompok. Jangan sampai momentum ini jadi celah juga untuk tindak bullying seseorang.

  1. Deteksi Tindakan Bullying Sejak Dini

Sebagai seorang guru, kita harus peka dengan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh siswa. Banyak siswa tidak memberi tahu siapa pun ketika mereka telah diganggu. Akibatnya, seorang guru harus bisa mengenali tanda-tanda dini bullying yang terjadi pada siswa.

Keluhan sakit perut, menghindari kegiatan sekolah, nilai yang turun, perubahan suasana hati, kepribadian, kebiasaan makan dan kebersihan menjadi bendera peringatan bahwa sesuatu sedang terjadi. Segera hapuskan bibit-bibit bullying sedini mungkin, seperti memanggil nama siswa dengan nama orangtuanya, menghina bentuk fisik (body shaming), menyakiti fisik, atau merampas benda-benda. Apapun alasannya, bercanda sekalipun, hal seperti itu tidak dapat dibenarkan.

  1. Membuat Peraturan yang Tegas tentang Bullying

Perlunya bagi seorang guru dan juga sekolah membuat peraturan yang tegas dan ketat tentang tindakan bullying. Peraturan-peraturan ini dapat dimulai dari level peraturan kelas sampai peraturan tingkat sekolah. Dengan demikian, semua orang akan tahu konsekuensi dan hukuman yang akan didapat ketika melakukan tindakan pembullyan.

Nah, dengan adanya peraturan begini para oknum pembully akan menjadi jera dan tidak akan melakukan pembullyan lagi. Mengatasi oknum yang sering melakukan bullying, juga termasuk sebagai hal yang bisa dilakukan untuk menekan bullying di sekolah agar menghentikan tindakan atau sikap bullying.

  1. Perhatikan Pergaulan Siswa & Fasilitasi Hobi Mereka

Coba cari tahu teman-teman sepergaulan atau teman-teman dekat, seperti apa yang mungkin memengaruhi perilaku siswa di sekolah melakukan bullying. Bicaralah dengan orang tua siswa, Seperti apa teman-teman yang dekat dengan siswa? Tekanan seperti apa yang dialami anak di sekolah. Kemudian berbicaralah pada siswa mengenai seperti apa pergaulan yang baik dan sehat.

Dorong juga siswa untuk beraktivitas sesuai hobi mereka di luar sekolah, mereka juga perlu menyalurkan kegiatan yang disukai. Hal tersebut dapat membawa mereka pada pergaulan lebih luas, sekaligus melakukan hobi atau kesukaannya. Selain itu, beraktivitas sesuai hobi yang disukai dapat bermanfaat untuk mengalihkan fokus mereka menjadi karya-karya baru.

  1. Memberikan Teladan yang Baik

Siswa sering belajar atau menduplikat perilaku orang dewasa di sekitarnya, jadi jadilah contoh (uswah) yang baik bagi siswa. Bullying yang terjadi pada siswa sering terjadi karena mencontoh orang-orang di lingkungan sekitarnya. Sebagai guru, harus sangat berhati-hati dalam bertindak maupun bertutur kata.

Jangan sampai memberikan hukuman verbal yang tanpa sadar sudah masuk dalam kategori perundungan. Hal tersebut tentu akan dicontoh oleh siswa-siswanya. Guru maupun orang tua menjadi sosok terdekat bagi siswa yang bisa secara langsung mencontohkan bagaimana seharusnya berakhlak yang baik. Memperlakukan orang lain dengan baik dan sopan merupakan realisasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,

Stop bullying di sekolah! Sekolah sangat rentan menjadi tempat terjadinya kasus bullying. Oleh karena itu, guru dan seluruh warga sekolah harus mengetahui hal yang bisa dilakukan untuk menekan bullying di sekolah. Lebih-lebih jika kasus bullying sudah terjadi, maka jangan tunggu terlalu lama, segera hentikan bullying di sekitar kita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *