Ini Cara Tetap Aktif Selama Pandemi

Selama pandemi Covid-19, banyak kegiatan yang harus dibatasi untuk mencegah penyebaran virus. Namun, sebaiknya meskipun harus tinggal di rumah, kamu tetap memastikan tubuhmu bergerak atau tetap melakukan aktivitas fisik. 

Aktivitas fisik akan meningkatkan kekuatan tulang dan otot, serta meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas dan kebugaran. Untuk orang tua, aktivitas meningkatkan keseimbangan membantu mencegah jatuh dan cedera.

Aktivitas fisik yang dipilih  bisa berbagai cara, misalnya bersepeda dan berjalan kaki, serta aktivitas lain di rumah atau taman. Jadi, tidak harus selalu jenis olahraga, bisa juga berkebun, bermain, menari hingga bersih-bersih rumah.

Tubuh kita membutuhkan aktivitas fisik karena jika dilakukan teratur bermanfaat bagi tubuh dan pikiran, menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mengatur berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2 dan berbagai jenis kanker.

Namun, aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan usia, sehingga tidak terlalu berlebihan bagi bayi atau anak-anak dan cukup bagi orang dewasa. Berikut anjuran WHO untuk aktivitas fisik sesuai denga usia selama pandemi seperti dilansir dari laman resminya.

1. Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Para orang tua harus meluangkan waktu rutin untuk bermain di lantai dengan bayi dalam posisi tengkurap. Lakukan ini sepanjang hari saat bayi terjaga. Orang tua dan anggota keluarga lain juga perlu meluangkan waktu untuk bayi yang ada di rumah. Sehingga, seluruh anggota keluarga dapat aktif dan sehat bersama-sama selama di rumah saja.

2. Anak di Bawah Usia 5 Tahun

Bermainlah secara aktif di dalam dan di sekitar rumah. Permainan bisa dalam bentuk melempar bola, menangkap, menendang, serta mengembangkan postur dan keseimbangan. Bagi anak-anak, aktivitas fisik secara teratur membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan sehat, serta mengurangi risiko penyakit di kemudian hari.

Melalui aktivitas rutin, anak dapat mengembangkan keterampilan gerak yang mendasar dan membangun hubungan sosial. Aktivitas fisik teratur juga meningkatkan kesehatan mental, serta dapat mengurangi risiko depresi dan penurunan kognitif.

3. Anak-Anak dan Remaja Usia 5-17 tahun

Anak-anak dan remaja usia 5 hingga 17 tahun bisa bergabung dalam permainan aktif atau kelas aktivitas online. Cari juga kelas pendidikan jasmani online serta rutinitas olahraga yang cocok untuk remaja.

Siapkan permainan bermain di dalam ruangan, seperti lompat tali dan hop-scotch atau coba permainan baru, misalnya belajar juggle. Anak dan remaja bisa melakukan beberapa aktivitas latihan kekuatan otot, seperti mengangkat beban atau menggunakan beban improvisasi, seperti botol berisi air atau pasir.

Cobalah dan kurangi waktu lama yang dihabiskan untuk duduk, baik untuk bekerja, belajar, menonton TV, membaca atau menggunakan media sosial atau bermain game menggunakan layar. Kurangi waktu duduk. Istirahat pendek 3-5 menit setiap 20-30 menit.

4. Untuk Dewasa

Naiki tangga sebanyak yang kamu bisa. Gunakan pekerjaan rumah tangga sebagai cara untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik. Bergabunglah dalam kelas olahraga online atau buat rutinitas sendiri dengan musik yang disukai.

Lakukan beberapa aktivitas penguatan otot seperti mengangkat beban atau berimprovisasi menggunakan air kemasan penuh atau cukup gunakan berat badan kamu sendiri dan lakukan set press up, sit up dan squat.

Luangkan waktu untuk bersenang-senang, seperti menari mengikuti musik. Jika pergi ke taman atau tempat terbuka umum untuk berjalan, berlari atau berolahraga selalu berlatih menjaga jarak fisik dan mencuci tangan dengan air dan sabun, sebelum berangkat dan ketika sampai di tempat tujuan. Jika air dan sabun tidak segera tersedia, gunakan yang berbahan dasar alkohol. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *